Pages

Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts
Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts

Monday, July 13, 2015

Katak ingin berjalan dengan dua kaki

Dalam kolam di lingkungan taman sebuah vihara, tinggallah sekumpulan katak. Salah satu katak itu gemar mendengarkan lantunan lagu-lagu do’a dari dalam vihara. Setiap pagi ia sengaja melompat ke tepi kolam dan memperhatikan para pengunjung yang sedang berdoa kepada Buddha.
Lama kelamaan katak itu ingin berdiri dan berjalan seperti para pengunjung yang setiap pagi memberi hormat dan berdo’a kepada sang Buddha. Sudah hampir satu bulan katak itu rajin berdo’a, memohon agar sang Buddha mengabulkan impiannya itu. Tiba-tiba muncul sekilat cahaya terang menerpa kakinya. Sungguh ajaib, sejak saat itu ia dapat berdiri diatas kedua kakinya.
Sang katak merasa sangat girang. Ia segera terjun kedalam kolam, tidak sabar ingin segera menunjukkan kehebatannya berdiri diatas dua kaki kepada katak-katak yang lain. Dengan banggaia menunjukkan kehebatannya, dan menda-patkan respon yang luar biasa dari katak yang lain.
Tetapi celakanya, pada saat yang sama tiba-tiba datang serangan dari seekor ular yang sedari tadi sudah bersiap menerkam sang katak. Sang katak berusaha kabur. Ia berlari dengan kedua kakinya, karena itu ia tidak dapat berlari kencang. Hampir saja ia dimangsa ular, bila tidak ditolong seorangpenjaga taman.
Setelah kejadian itu ia baru mengerti bahwa ia telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengagumi kemampuan manusia. Seharusnya waktu yang sangat berharga itu ia manfaatkan untuk mengasah kemampuannya. “Saya ingin melompat lebih jauh dan tinggi, dan menjadi katak pelompat yang paling hebat,” bisiknya dalam hati. Sejak saat itu ia sangat menghargai waktu dan potensinya, dengan terus meningkatkan kemampuan melompat serta menjalani kehidupan dengan lebih bersemangat dan percaya diri.

Pesan :
Kisah tersebut merupakan cerminan kehidupan kita, dimana sangat banyak orang yang mengagumi kelebihan orang lain, misalnya dalam hal fisik yang rupawan, prestasi yang cemerlang ataupun kemampuan lainnya. Sampai-sampai tidak sedikit diantara mereka rela meniru setiap gerak-gerik maupun penampilan orang-orang yang dikagumi. Mereka mengalami krisis identitas.
Padahal sebenarnya diri kita sendiri menyimpan kelebihan-kelebihan yang dapat menjadi kekaguman banyak orang. Mengapa kita tidak ingin membuat orang lain kagum terhadap segala kelebihan yang kita miliki? Jangan hanya mengagumi orang-orang yang telah berhasil itu, tetapi jadikan mereka sebagaiinspirasi untuk mengembangkan potensi besar yang kita miliki. “Untuk memahami hati dan pemikiran seseorang, jangan melihat apa yang telah mereka capai, tapi lihat apa yang mereka inspirasikan saat ini,” kata Kahlil Gibran.
Langkah pertama untuk menjadi kekaguman banyak orang adalah mengenali diri kita sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangan, dengan segala prestasi maupun kesalahan yang pernah kita perbuat. Kemudian ciptakan impian yang mampu menjadi daya dorong atau memicu semangat untuk berbuat sesuatu. Jack Kinder menyebutkan, “Prestasi yang tinggi selalu adalah hasil harapan dari yang tinggi.” Jadi jangan pernah takut untuk bermimpi.
Langkah selanjutnya adalah melakukan kebiasaan-kebiasaan yang mendekatkan diri kita terhadap impian yang kita tuju. Patahkan kebiasaan-kebiasaan buruk sedikit demi sedikit. Sebaliknya, budayakan kebiasaan-kebiasaan yang membangun dan mampu mengoptimalkan segala potensi yang kita miliki secara bertahap. Misalnya membiasakan diri bertindak disiplin, tepat waktu, berpikir dan bertindak positif dan lain sebagainya. Lambat laun kita akan terbiasa melakukan kegiatan yang konstruktif dan menciptakan prestasi. Karena pada dasarnya, “Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi apapun yang kita inginkan,” kata George Elliot.


5 ekor monyet


Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh para profesor di USA, ada 2 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam satu ruangan kosong secara bersama-2. Kita sebut saja monyet tersebut Monyet A dan B. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah tiang, dan diatas tiang tersebut nampak beberapa pisang yang sudah matang. Apa yang akan dilakukan oleh 2 monyet tersebut menurut anda ?
Setelah membiasakan diri dengan keadaan lingkungan di dalam ruangan tersebut, mereka mulai mencoba meraih pisang-2 tersebut. Monyet A yang mula-2 mencoba mendaki tiang. Begitu monyet A berada di tengah tiang, sang profesor menyemprotkan air kepadanya, sehingga terpleset dan jatuh. Monyet A mencoba lagi, dan disemprot, jatuh lagi, demikian berkali-2 sampai akhirnya monyet A menyerah. Giliran berikutnya monyet B yang mencoba, mengalami kejadian serupa, dan akhirnya menyerah pula.

Berikutnya ke dalam ruangan dimasukkan monyet C. Yang menarik adalah, para profesor tidak akan lagi menyemprot para monyet jika mereka naik. Begitu si monyet C mulai menyentuh tiang, dia langsung ditarik oleh monyet A dan B. Mereka berusaha mencegah, agar monyet C tidak mengalami `kesialan’ seperti mereka. Karena dicegah terus dan diberi nasehat tentang bahayanya bila mencoba memanjat keatas, monyet C akhirnya takut juga dan tidak pernah memanjat lagi.
Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh para profesor adalah mengeluarkan monyet A dan B, serta memasukkan monyet D dan E. Sama seperti monyet-2 sebelumnya, monyet D dan E juga tertarik dengan pisang diatas tiang dan mencoba memanjatnya. Monyet C secara spontan langsung mencegah keduanya agar tidak naik. “Hai, mengapa kami tidak boleh naik ?” protes keduanya”.
Ada teman-2 yang memberitahu saya, bahwa naik ke atas itu berbahaya. Saya juga tidak tahu, ada apa di atas, tapi lebih baik cari aman saja, jangan keatas deh” jelas monyet C.
Monyet D percaya dan tidak berani naik, tapi tidak demikian dengan monyet E yang memang bandel. “Saya ingin tahu, bahaya seperti apa sih, yang ada di atas … Dan kalau ada bahaya, masak iya saya tidak bisa menghindarinya ?” tegas monyet E. Walaupun sudah dicegah oleh monyet C dan D, monyet E nekad naik …
Dan karena memang sudah tidak disemprot lagi, monyet E bisa meraih pisang yang d iinginkannya…..
Renungan
==================
Manakah diantara karakter diatas yang menggambarkan tingkah laku anda saat ini ?
Karakter A dan B adalah orang yang pernah melakukan sesuatu, dan gagal. Karena itu mereka kapok, tidak akan mengulanginya lagi, dan berusaha mengajarkan ke orang lain tentang kegagalan tersebut. Mereka tidak ingin orang lain juga gagal seperti mereka. Karakter C dan D, adalah orang yang menerima petunjuk dari orang lain, hal-2 apa yang tidak boleh dilakukan, dan mereka mematuhinya tanpa berani mencobanya sendiri. Karakter E adalah type orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu, sebelum mereka mencobanya sendiri. Mereka juga berani menentang arus dan menanggung resiko asalkan bisa mencapai keinginan mereka.
Pisang dalam cerita diatas menggambarkan impian kita. Setiap orang dalam hidup ini mempunyai impian yang tinggi tentang masa depannya. Namun sayangnya, banyak sekali hal-hal yang terjadi di sekitar kita, yang menyebabkan impian kita terkubur. Orang-2 dengan karakter ABCD akan mengatakan kepada kita hal-2 seperti ini”,Sudahlah, jangan melakukan pekerjaan yang sia-2 seperti itu. Percuma. Saya dulu sudah pernah melakukannya berkali-2 dan gagal. Sebagai seorang teman yang baik, saya tidak mau kamu gagal seperti saya” atau mungkin kalimat “Kamu mau gagal kayak si X … lebih baik lakukan sesuatu yang pasti-pasti saja deh”. Bukankah hal-2 seperti itu yang sering kita dengar sehari-2 ?
Orang dengan karakter E akan selalu berpikir optimis dalam menjalankan sesuatu. “Kalaupun orang lain gagal melakukan sesuatu, belum tentu saya juga akan gagal” adalah kekuatan yang selalu memompa motivasinya.
Dan kegagalan orang lain dapat dipelajari dan dijadikan batu loncatan untuk melangkah lebih baik, bukannya dijadikan suatu ketakutan.
Nah, saya akan memberikan satu ilustrasi lagi. Saya akan membawa anda ke tahun 70-an. Apa yang akan anda lakukan, bila suatu hari ada seorang mahasiswa bercelana jeans, kacamata tebal, bertampang culun, bajunya lusuh, datang menemui anda dan berkata “Saya punya suatu produk yang bagus, tapi saya tidak punya modal. Mau gak pinjamin saya modal 100 dollar ? Kalau produk ini sukses, kita berdua bakal jadi orang paling kaya di dunia lho”.
Hampir semua akan menghina dan mentertawakan mahasiswa tsb, bahkan mungkin menganggapnya gila.
Berapa orang yang akan menjawab “Wow, bagus sekali, coba jelaskan apa rencana anda, agar kita bisa sama-2 kaya ?” Mungkin satu orang diantara sejuta, mungkin juga tidak ada.
Bagaimana kalau saya katakan bahwa mahasiswa tersebut adalah Bill Gates, yang kini sudah mencapai impiannya menjadi orang terkaya di dunia ?
Bukankah itu dulu yang dilakukan Bill Gates pada awal karirnya . Dikelilingi orang type ABCD, ditolak, dilecehkan, dan berbagai macam hinaan lainnya. Untungnya, Bill Gates termasuk orang dengan karakter E. Dan dengan pengorbanan dan kerja keras, dia berhasil meraih impiannya.
" Jangan biarkan orang lain membunuh impian anda. Maju terus, hadapi semua rintangan dan raih impian anda. "
Sumber : resensi.net

Telanjang di depan cermin

Suatu hari saya tertarik membaca buku ”Menebus Eros” karya Dokter John White. Penulis mengajak kita sesekali perlu berdiri telanjang di depan cermin. Menatap diri dengan baik-baik dalam waktu yang agak lama. Apa yang terjadi? Menurut White pada orang tertentu akan muncul perasaan tidak puas. Merasa diri kurang ini dan kurang itu. Merasa tidak nyaman. Saran yang menarik, dan tak pernah terpikirkan.
Kebetulan posisi kamar tidur kami yang kecil memaksa saya melewati cermin yang ada di lemari baju. Cermin itu besar. Kadang narsis juga suka lihat badan sendiri. He he he. Lalu saya coba praktekkan apa yang dituliskan dokter White.
Waww… Ternyata apa yang dituliskan White benar. Paling tidak, bagi saya pribadi. Saat aku memandang tubuhku yang masih belum berbaju, tanpa sadar ada suara dari dalam hatiku…”kamu kurang ini dan kamu kurang itu…”. Mendadak timbul perasaan tak nyaman.
Aduuhh Rambutku…
Pertama-tama mataku memandang bagian Rambutku. Aduh benar saja, Langsung ada suara, “Julianto rambutmu penuh uban…… Keren sih tampak berwibawa… Tapi kok kusam ya…?”. Aku segera mengambil minyak rambut. Lalu ku oleskan…nah lumayan…. Entah kenapa saya merasa tidak PeDe kalau tidak memakai minyak rambut…? Itu baru urusan rambut.
Idihhh Gigiku ……
Mendadak mataku menatap gigi. Gigiku sebagian maju ke depan, tidak rata. Waktu kecil abangku suka meledekku dengan memanggilku “Giman” alias gigi mancung. Saat kecil dan remaja soal gigi menjadi masalah bagiku. Buat Aku minder. Sekarang sih sudah tidak. Tapi sesekali aku masih merasa kurang nyaman dan suara ledekan itu masih sayup-sayup terdengar.
Ampunn Perutku ……
Nah, yang lebih nggak nyaman adalah saat menatap perut. Rasanya malu.com. Apalagi berdiri nyamping. Bukan hanya gigiku yang maju, perutku juga maju ke depan, alias buncit. Maklum banyak traveling, sering makan enak. Kadang makan saat menjelang mau tidur. Juga akibat kurang disiplin olahraga.
Kenapa Saya Merasa Tidak Puas?
Tetapi bagian lain dari tubuhku relatif baik. Lengkap dan tak ada cacat. Meskipun Hasil general check up saya ada aja yang kurang sehat ( saya baru saja periksa kesehatan), namun secara umum saya jarang sakit. Hingga saat ini belum pernah opname karena sakit, kecuali saat ambil kelebihan lemak dari tangan.
Berat dan tinggi ideal. Punya istri dan anak-anak oke-oke, juga memiliki banyak sahabat dan kerabat. Saya Punya pekerjaan yang baik dan menyenangkan. Menulis buku, mengarang banyak lagu, trampil main gitar dll.
Lalu apa alasan saya tidak bersyukur? Kenapa masih saja aku merasa tidak puas saat berdiri di depan cermin??
Saya merasa sifat tidak tahu bersyukur inilah “cacat batin” yang mengganggu dan membuat saya merasa tidak pernah puas.

Kurang Bersyukur

Tiba-tiba saya teringat perkataan Salomo, bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menikmati hidup di luar Dia. Benar! Memiliki dan menikmati itu adalah dua hal berbeda. Saya perlu belajar menikmati apa yang ada, yang saya miliki. Saya juga teringat kembali apa yang pernah ditulis Blaise Pascal, bahwa sesungguhnya ada satu ruang kosong dalam hati manusia yang tidak bisa diisi siapapun, kecuali Sang Pencipta.
Ohhh sekarang saya mengerti kenapa saya merasa kurang nyaman di depan cermin. Kenapa saya merasa tidak puas. Saya Kurang bersyukur.!!! Lalu segera saya perintahkan jiwa untuk mengingat semua kebaikan-Nya yang pernah aku terima. Mengingat apa yang ada dan yang saya punya, dan bersyukur. Secara perlahan tapi pasti kembali sukacita memenuhi hatiku. Dengan bersyukur saya bisa (kembali) menikmati hidup.
Saya teringat satu buku lain yang berkata : “Dengan bersyukur kita akan dimampukan melewati situasi-situasi kehilangan, kekurangan, kemalangan, ketidakberuntungan, kedukaan, penderitaan, penyakit atau situasi apapun juga. Tak seorangpun yang dapat memisahkan kita dari kasihNya”.

“Terapi” Cermin

Cermin telah menyadarkan saya seorang yang angkuh, tak pernah puas, dan kurang tahu bersyukur.
Teman, cobalah ambil waktu sejenak habis mandi berkaca di depan cermin tanpa busana. Telanjang. Tanpa dilihat siapapun kecuali oleh Anda sendiri dan DIA. Bercerminlah sepuasnya. Pandanglah dirimu dengan seksama, rasakan keindahannya. Jangan hanya pada fisik, tetapi pada kehidupan. Sesungguhnya kehidupan itulah anugerah sesungguhnya. Kita datang dengan telanjang dan akan kembali dengan telanjang. Selama kita hidup, bersyukurlah; karena di dunia orang mati tidak ada ucapan syukur. Seandainya kita ada kekurangan ini dan itu, tetaplah bersyukur. Kekurangan justru mengajar kita agar tidak sombong.
Sesungguhnya cermin itu adalah FirmanNya.