Pages

Tuesday, July 28, 2015

Tau ga sih....kenapa TKI disebut Pahlawan Devisa?

Sedih amat begitu ngedenger ada cerita temen yang susah nerima restu orang tuanya tuk jadi "TKI" di luar negeri...sampe harus nerima kata-kata..."buat apa kamu di sekolahin tinggi-tinggi nak kalo ujung-ujungnya hanya jadi seorang TKI (TKI Saudi Arabia pula). Emang sedih sih ngedengernya... serendah itu kah derajat para TKI. Hingga tidak banyak orang tua yang rela melepas anaknya yang "berpendidikan" tuk mengais rezeki di negeri orang? atau mungkin "TKI" adalah label profesi tuk para tenaga kerja tanpa dasi alias tenaga kerja non formal saja? Bagaimanapun juga dan apapun juga profesinya...harus diakui kalo mereka para TKI adalah "PAHLAWAN DEVISA"


Lupain dulu cerita di atas karena ana mau tanya pada pembaca sekalian "kenapa TKI disebut sebagai pahlawan devisa?"....jujur aja kalo ane ga tau jawaban detail tentang devisa karena secara logika ane ga banyak-banyak amat makan bangku sekolahan dan paling banter ane cuma bisa lulus S3 (SD, SMP, SMA) dan hanya bermodalkan system otodidak maka ane dapet jawabannya untuk arti kata devisa adalah silahkan simak ulasannya berikut ini.

Secara umum devisa didefinisikan sebagai alat pembayaran luar negeri. Apa saja alat pembayaran luar negeri itu? Alat pembayaran luar negeri berupa emas, surat berharga, mata uang asing, dan lain sebagainya. 

Apa saja yang dapat dibayar dengan menggunakan devisa ini? 

  1. Membiayai perdagangan luar negeri yang berupa impor barang dan jasa.
  2. Membayar pokok utang, cicilan utang, bunga utang atau utang luar negeri.
  3. Membiayai pembinaan dan pemeliharaan hubungan luar negeri, yaitu untuk kedutaan, konsulat, biaya kontingen olahraga, misi kebudayaan ke luar negeri.
  4. Mengatasi kesulitan perekonomian negara dalam kaitannya dengan pembayaran luar negeri.
  5. Memudahkan terjadinya transaksi dalam perdagangan internasional.


Lalu apa hubungannya TKI dengan pahlawan devisa? 

Sebenarnya hubungan TKI dengan pahlawan devisa adalah baik-baik saja...hampir bisa dibilang ga pernah ada perkelahian di dalamnya.huehehheeeee. Susah amat yaa tuk serius. Okay deh sekarang ane coba tuk serius. TKI yang telah mendapatkan gaji, biasanya tidak mereka habiskan sendiri (mungkin karena jumlahnya yang agak banyak dari biasanya). Sebagian uang tersebut ada yang diirimkan ke sanak keluarga mereka di tanah air, atau ditabung di bank yang berlokasi di Indonesia. Karena mata uang yang mereka dapatkan adalah mata uang asing, maka ketika mereka menabung di bank indonesia, tentunya harus dikonversi dulu ke mata uang rupiah. Nah disinilah proses dimana mata uang asing ini disimpan oleh bank, yang kemudian dapat digunakan untuk melakukan pembayaran luar negeri oleh negara kita. Semakin banyak mata uang asing yang ditukarkan dalam bentuk rupiah, maka akan berakibat pada dua hal:

    1. Bertambahnya mata uang asing di kas Negara, sehingga mata uang asing ini disebut sebagai sumber devisa.
    2. Kebutuhan terhadap rupiah meningkat, jika dibiarkan terus demikian, maka sesuai hukum "supply and demand", nilai rupiah akan menguat dibanding mata uang asing.

      Jadi, semakin banyak penghasilan yang dibawa oleh para TKI kembali ke tanah air, maka akan semakin besar pula kontribusi mereka terhadap pertumbuhan devisa Negara. Bila devisa Negara meningkat, maka akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi bangsa indonesia.

      Jadi begitulah sedikit info kenapa para TKI diberi gelar "Pahlawan Devisa"..... Tapi emang tragis kalo sampe ada pahlawan yang sampe di peras oleh oknum yang gajinya secara tidak langsung dibayar oleh sumbangsih para pahlawan itu sendiri. 

      Dan jangan heran kalo biasanya para TKI bersemangat sekali tuk memberikan kontribusinya buat negara ketika nilai mata uang indonesia dihantam oleh nilai mata uang asing terutama yang bernama dollar USA. biasanya mereka langsung dengan suka rela membantu negaranya dengan mengirimkan gajinya ke indonesia. hueheheheheeeeee. 

      kalo ada yang salah tolong direvisi yaa maklum cuma TKI lulusan S3 huehahahahaaa





      0 comments:

      Post a Comment